Pertaruhan Karier Son Heung-min di Final Korsel vs Jepang

Son Heung-min dan kawan-kawan berjuang terbebas dari wajib militer dengan menargetkan medali emas Asian Games 2018.

LIPUTAN BOLA - Laga final sepak bola Asian Games 2018 bakal mempertemukan dua raksasa Benua Asia Korea Selatan (Korsel) melawan Jepang di Stadion Pakansari Cibinong, Sabtu (1/9).

Pertandingan itu bukan hanya diprediksi bakal berlangsung sengit karena gengsi dua kekuatan sepak di Asia. Skuat muda The Taegeuk Warriors mengusung misi mempertahankan emas yang sukses mereka raih pada edisi 2014 di Incheon.

Pertaruhan itu juga akan menghadirkan duel sarat emosi bagi para pemain, terutama bagi para penggawa Korsel, tak terkecuali bagi Son Heung-min.

Ya, pertarungan final sepak bola Asian Games 2018 bakal menjadi pertaruhan karier bagi penyerang Tottenham Hotspur tersebut. Pemerintah Korsel menjanjikan Heung-min dan kawan-kawan bebas dari wajib militer apabila sukses meraih medali emas.

Son Heung-min gagal membawa Korea Selatan ke babak 16 besar Piala Dunia 2018 meski menang 2-1 atas Jerman di fase grup.

Sebagai warga negara Korsel, pria dan wanita, diwajibkan menjalani latihan dan dinas militer jika berusia 18-35 tahun. Mereka diwajibkan menjalani masa latihan dan dinas militer dalam masa paling singkat 21 bulan, tergantung penempatan di kesatuan angkatan darat, laut, atau udara.

Mungkin bagi sebagian besar penggawa Harimau Korsel bukan perkara besar ikut wajib militer. Namun, tidak demikian bagi Heung-min yang sebelumnya tampil di Piala Dunia 2018.

Karier Heung-min merumput di kompetisi Eropa bisa tamat apabila ia harus mengikuti wajib militer. Saat ini ia tercatat sebagai pemain Tottenham dengan durasi kontrak hingga 2023. 

Sebagai pesepakbola profesional, ia tentu tak boleh absen membela The Lilywhites hingga berbulan-bulan lamanya. Son juga ingin merasakan petualangan di klub-klub Eropa lainnya, pindah dengan nilai transfer.

Son Heung-min tak ingin kariernya di Eropa terganggu karena wajib militer di Korea Selatan.

Wajib militer juga pernah menghantui mantan gelandang Manchester United asal Korsel, Park Ji Sung. Namun, ia dan koleganya di tim the Taeguk Warriors terhindar dari wajib militer karena prestasi mereka di Piala Dunia 2002.

Park dan kawan-kawan dijanjikan bebas dari wajib militer apabila mereka lolos ke babak 16 besar. Nyatanya, Korsel bisa tembus hingga semifinal dan melampaui target tersebut.

Iming-iming yang sama pula kepada para penggawa Korsel di Asian Games 2018. Para pemain mendapat privilese bebas wajib militer dari pemerintah apabila meraih medali emas, sama dengan para peraih medali emas di cabor lainnya.

Asian Games sebenarnya bukan lagi level Heung-min yang pernah membobol gawang kiper timnas Jerman Manuel Neuer di Piala Dunia 2018. Meski demikian, ia tak ingin melewatkan kesempatan emas bebas wajib militer dengan membantu skuat muda Taeguk Warriors di ajang itu.

Son terdaftar sebagai pemain senior di skuat U-23. Di ajang Asian Games, skuat masing-masing tim memang diperbolehkan menggunakan maksimal tiga pemain yang memiliki usia lebih dari 23 tahun.

Untuk alasan itu pula, Tottenham sampai memberikannya izin untuk tampil di turnamen sekelas Asian Games sehingga absen membela klub itu di awal-awal laga Liga Primer Inggris musim ini. Sebab, Tottenham juga akan sangat diuntungkan apabila pemain 26 tahun itu terbebas dari wajib militer.

Kini keinginan Heung-min terbebas dari wajib militer tinggal selangkah lagi. Korsel ke final usai mengalahkan timnas Vietnam dengan skor meyakinkan 3-1.

"Kami sudah sangat dekat dengan emas dan kami akan berjuang untuk meraihnya. Saya tak perlu mengatakan apapun selain siap untuk meraih emas," kata Heung-min seperti dikutip Guardian.





Untuk pendaftaran bisa isi kolom di bawah ini :
Info lebih lanjut bisa hubungi :
LIVE CHAT 24 jam online
BBM : DE37C952
WA : +855963551436 / +6281333472723
LINE : BOLAPELANGI









No comments